Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet

REPORTED BY: Insan Praditya

Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Wakil ketua DPR-RI Fahri Hamzah menilai Dana rehab rumah yang terkena bencana di Lombok mengalami "mampet". Fahri menilai  pemerintah belum mempunyai anggaran sebagai dana talangan yang dikeluarkan.

"Ya itu diantaranya, karena kita lihat ini pemerintah juga lagi empot empotan juga, nggak punya fulus juga, terkait penyumbangan dana bencana," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Kamis (20/09/2018).

Fahri memberikan solusi alternatif jika dana bantuan pemerintah belum keluar, dia menyarankan  untuk memfasilitasi lembaga sosial untuk ikut serta dalam menggalang dana, sehingga tidak terpaku dari dana pemerintah saja. Dia menuturkan bahwa proses perbaikan rumah yang rusak di Lombok terlalu banyak, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki nya.

"Sudah kita dalam diskusi yang lalu, kalau ini lebih kepada memfasilitasi lembaga sosial supaya mereka tau caranya yang berhubungan dengan orang yang mau nyumbang, karena yang nyumbang itu ingin melihat dan ini akan saya usulkan untuk di dokumentasi kan supaya dikenal oleh masyarakat, bahwa rekonstruksi di NTB itu gak cepet. Jumlah rumah yang rusak terlalu banyak, itu seperti membangun kota baru dengan seluruh insfratruktur yang ada," jelasnya.

Dewan Perwakilan Rakyat sudah mendorong pemerintah untuk mendiskusikan bersama terkait dana bantuan yang macet ini, sehingga menteri keuangan segera mengeluarkan dana tersebut untuk program pemulihan insfrstruktur dan rumah yang ada di Lombok.

"Sudah kita dorong sekeras-kerasnya ini , pemerintah juga sudah dipanggil. Pemerintah nya sendiri juga sudah bilang ke saya 'untung ada DPR yang rapatin ini, supaya kami bisa mencet menteri keuangan, jadi ini ada yang nahan fulus sehingga belum ditransfer Mengenai dana tersebut, sehingga masyarakat menunggu," terangnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan dana rehabilitasi rumah yang rusak akibat gempa di Lombok belum bisa dicairkan karena ada tahapan yang harus dilalui secara prosedural.

"Ini kan stepnya satu persatu. Kalau sudah ada yang siap, sudah di verifikasi , tentu saja akan diberikan" kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/09/2018).

Golkar tegaskan tidak ada penambahan Dana Desa
PKS pertanyakan dana kelurahan muncul tiba-tiba menjelang pilpres
PKS minta Jokowi jadi teladan politik tanpa kebohongan
Max Biaggi selamati Marquez sambil sindir Valentino Rossi?
Gagal kejar Marquez, Dovizioso tersungkur dari motornya
Ini sederet klub sepakbola favorit Ma'ruf Amin
Marc Marquez Juara Dunia Motogp, Dovizioso Tersungkur
Ratusan emak-emak melek politik penuhi Padepokan Prabowo di Hambalang
Karawang-Bekasi akan tenggelam jika Waduk Saguling ambrol
Kemunduran HAM di era Jokowi, Timses: Warisan presiden terdahulu
Sandi kritik Jokowi, Tim Kampanye Nasional: Lagi cari sensasi
Caleg PAN ogah kampanyekan Prabowo, Ma'ruf Amin: Terima kasih
Suka bangun pada jam-jam tidur? Ini penyebabnya
Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya
Ma'ruf Amin cerita sejarah sorban kesayangannya yang dilelang
Fetching news ...