Golkar ikuti keputusan MA soal mantan napi boleh jadi caleg

REPORTED BY: Insan Praditya

Golkar ikuti keputusan MA soal mantan napi boleh jadi caleg Lambang Partai Golkar

Ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Partai Golkar akan menghargai keputusan hukum apapun yang berlaku terkait putusan MA yang membolehkan eks napi koruptor tetap mencalonkan diri di pemilihan legislatif.

"Kalau Golkar kita selalu mengikuti keputusan hukum yang berlaku, jadi kita mengikuti apa yang sudah dan menghormati apa yang diputuskan," ujar Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (15/09/2018).

Airlangga mengatakan bahwa Golkar akan mempelajari lebih lanjut mengenai putusan tersebut soal perlu tidaknya napi eks koruptor tetap diajukan sebagai caleg.  Hal tersebut penting dikaji karena terkait erat dengan langkah Golkar dalam menempatkan kader di Pileg 2019.

"Ya, tentu kita kemaren ada beberapa catatan terkait dengan caleg dan tentu kita lihat dari hasil keputusan MA tersebut," katanya.

Sebelumnya, terdapat 38 caleg lolos sebagai peserta legislatif pada pemilu 2019. Diantaranya, sebanyak 12 Bacaleg mantan napi korupsi diloloskan Bawaslu ditingkat provinsi. Kemudian, 26 Bacaleg mantan napi korupsi diloloskan di tingkat kabupaten dan kota.

Setelah itu, Mahkamah Agung (MA) juga membatalkan  peraturan KPU yang melarang eks koruptor mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg). Hal tersebut berarti MA memperbolehkan eks koruptor maju sebagai calon legislatif

“Peraturan KPU tentang larangan mantan narapidana (korupsi) menjadi caleg telah diputus MA. Permohonan para permohon dikabulkan dan Peraturan KPU tersebut telah dibatalkan MA,” kata Juru Bicara MA, Suhadi di Jakarta, Jumat (14/09/2018)

IHSG ditutup menguat di level 6.501
Mayoritas pemilih tidak tertarik janji capres
Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Kubu Jokowi akan yakinkan swing voters di kampanye terbuka
Komnas HAM sebut pemerintah umbar janji ke korban gempa Sulteng
Daftar kesalahan berkirim email resmi
PDIP ingin Golkar rebut posisi kedua dari Gerindra
PDIP: Prabowo-Sandi hanya naik 4 persen padahal sudah pakai fitnah dan hoaks
DPR setujui dua nama calon hakim konstitusi
IHSG berpotensi menguat hari ini
BPN: Jokowi kehilangan kepercayaan dari masyarakat
Rapat Paripurna sepi, ini alasan Wakil Ketua DPR
Kubu Prabowo nilai OTT Romahmurmuziy tanda pemerintahan Jokowi tidak berhasil
Elektabilitas turun, ini kata kubu Jokowi
Amerika imbau Iran hentikan program rudal balistik
Fetching news ...