Rupiah menguat imbas sentimen positif dari Bank Dunia

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Rupiah menguat imbas sentimen positif dari Bank Dunia

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (21/09/2018) pagi bergerak menguat sebesar 22 poin menjadi Rp14.823 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.845 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta mengatakan Penilaian positif Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia memicu penguatan tersebut. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,2 persen.

"Bank Dunia menilai permintaan domestik yang lebih kuat di Indonesia akan terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, mengatakan pergerakan dolar AS cenderung menurun terhadap beberapa mata uang utama dunia, termasuk rupiah seiring melemahnya katalis positif terhadap mata uang Negeri Paman Sam itu.

"Pelaku pasar kemungkinan telah mem-priced in kebijakan naiknya tingkat suku bunga The Fed pada September ini serta hasil dari perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok hingga akhir tahun ini," paparnya.

Di tengah situasi itu, lanjut dia, investor lebih memilih nilai tukar selain dolar AS seperti mata uang euro dan yen Jepang, serta emas sebagai pilihan akibat ketidakpastian yang ditimbulkan kebijakan Amerika Serikat.

"Kebijakan Amerika Serikat menimbulkan ketidakpastian pertumbuhan ekonominya untuk ke depannya," katanya.

Golkar tegaskan tidak ada penambahan Dana Desa
PKS pertanyakan dana kelurahan muncul tiba-tiba menjelang pilpres
PKS minta Jokowi jadi teladan politik tanpa kebohongan
Max Biaggi selamati Marquez sambil sindir Valentino Rossi?
Gagal kejar Marquez, Dovizioso tersungkur dari motornya
Ini sederet klub sepakbola favorit Ma'ruf Amin
Marc Marquez Juara Dunia Motogp, Dovizioso Tersungkur
Ratusan emak-emak melek politik penuhi Padepokan Prabowo di Hambalang
Karawang-Bekasi akan tenggelam jika Waduk Saguling ambrol
Kemunduran HAM di era Jokowi, Timses: Warisan presiden terdahulu
Sandi kritik Jokowi, Tim Kampanye Nasional: Lagi cari sensasi
Caleg PAN ogah kampanyekan Prabowo, Ma'ruf Amin: Terima kasih
Suka bangun pada jam-jam tidur? Ini penyebabnya
Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya
Ma'ruf Amin cerita sejarah sorban kesayangannya yang dilelang
Fetching news ...