Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia? Ilustrasi

Kabar penjualan 16 perempuan untuk dijadikan istri di Cina sangat memprihatinkan. Beberapa diantara mereka ada yang mengalami kekerasan seksual, tidak dinafkahi bahkan hingga mengalami luka.

Menurut penuturan keluarga, ada pula yang mencoba bunuh diri karena tidak tahan menahan perih. Mereka kebanyakan masih di bawah umur. Para perempuan ini mengalami penyiksaan dan harus sembunyi-sembunyi bahkan untuk melakukan komunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Muannas Alaidid, anggota jaringan advokasi rakyat Partai Solidaritas Indonesia (Jangkar Solidaritas) menambahkan, 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina berasal dari Purwakarta, Subang, Bandung, Tangerang, Jakarta dan Tegal. Sesampainya di Cina, para perempuan yang sebelumnya dijanjikan pekerjaan itu malah dinikahkan paksa menggunakan surat izin orangtua yang dipalsukan.

Mereka diperjualbelikan oleh calo dengan harga Rp.400 juta per orang. Setelah dinikahkan secara paksa,para perempuan Indonesia ini tidak pernah dinafkahi. Mereka justru menjadi korban kekerasan seksual yang tak kunjung henti.

Mengapa jomblo Cina harus mengimpor istri?

Ada sejumlah fakta yang dapat diketengahkan untuk menjawab tanyaan di atas. Cina memiliki latar sosial-budaya yang unik, di antaranya:

1. Jumlah pria lebih banyak

Ketidakseimbangan gender di China mendatangkan persoalan tersendiri bagi negara tersebut. Saat ini, jumlah penduduk laki-laki di sana lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan dengan perbandingan 11:10.

Penelitian dari Asosiasi Penduduk Cina menyebut masalah ini bisa berkembang menjadi lebih buruk dalam 30 tahun ke depan. Oleh karena itu, Cina membuat upaya agar masalah ini bisa terselesaikan, salah satunya adalah dengan cara menghapus kebijakan satu anak.

Kebijakan yang dikeluarkan pada 1979 silam tersebut kini sudah tidak diberlakukan. Pasangan suami-istri di Cina bisa memiliki dua anak tanpa syarat. Kendati demikian, kebijakan baru ini juga dikhawatirkan akan menimbulkan perbedaan rasio antara laki-laki dan perempuan.

Saat kebijakan satu anak diberlakukan, orang tua cenderung memilih anak laki-laki. Tak segan pasangan suami-istri melakukan aborsi kala mengetahui janin berkelamin perempuan.

2. Mas kawin selangit

Ketidakseimbangan gender tersebut mengundang masalah sosial baru, yakni membengkaknya biaya mas kawin yang harus diberikan oleh pria hanya untuk bisa mendapatkan satu wanita.

Karena jumlah pria yang lebih banyak, perempuan lebih mudah untuk memilih pria dari keluarga mapan. Akibatnya, jomblo-jomblo kelas bawah hanya bisa merana. Menjadi hal umum laki-laki dengan ekonomi lemah menjomblo sampai tua karena kesulitan menemukan wanita yang sudi menjadi istri.

3. Kalah bersaing dengan bule

Sama seperti di Indonesia, banyak perempuan Cina juga menyukai pria berkulit putih. Seiring pertumbuhan ekonomi Cina, banyak ekspatriat yang datang ke sana untuk berbisnis. Mereka adalah pria-pria yang lebih mapan secara ekonomi dari kebanyakan warga lokal. Tak heran, jomblo-jomblo Cina dibuat semakin galau.

Tak hanya impor istri dari Indonesia, Pada Mei 2016 lalu, Asia Nikkei melaporkan seorang gadis asal Vietnam diculik untuk menjadi pengantin pria Cina. Hal serupa juga terjadi pada November 2016, dua wanita Cina ditangkap lantaran berusaha menyelundupkan empat wanita asal Vietnam.

Kemiripan budaya antara kedua negara menyebabkan banyaknya perdagangan manusia terjadi antara Cina dan Vietnam. Membeli istri dianggap lebih murah, selain para target yang dijual juga masih berusia muda.

Prabowo diminta ganti gaya, Fadli Zon: Dia apa adanya
Golkar tegaskan tidak ada penambahan Dana Desa
PKS pertanyakan dana kelurahan muncul tiba-tiba menjelang pilpres
PKS minta Jokowi jadi teladan politik tanpa kebohongan
Max Biaggi selamati Marquez sambil sindir Valentino Rossi?
Gagal kejar Marquez, Dovizioso tersungkur dari motornya
Ini sederet klub sepakbola favorit Ma'ruf Amin
Marc Marquez Juara Dunia Motogp, Dovizioso Tersungkur
Ratusan emak-emak melek politik penuhi Padepokan Prabowo di Hambalang
Karawang-Bekasi akan tenggelam jika Waduk Saguling ambrol
Kemunduran HAM di era Jokowi, Timses: Warisan presiden terdahulu
Sandi kritik Jokowi, Tim Kampanye Nasional: Lagi cari sensasi
Caleg PAN ogah kampanyekan Prabowo, Ma'ruf Amin: Terima kasih
Suka bangun pada jam-jam tidur? Ini penyebabnya
Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya
Fetching news ...