News

Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018

Polri mengajak masyarakat untuk menyaksikan film berjudul 22 Menit yang mengisahkan tentang upaya Polri dalam menanggulangi aksi terorisme, pada malam penganugrahan dan pengumuman pemenang Jurnalistik Polri 2018 di Mall Gandaria City, Rabu (18/07/2018).

Ajakan dalam bentuk pemutaran trailer film '22 Menit' ini adalah bentuk apresiasi dari pihak Polri terhadap film tersebut. 

Film ini diketahui akan tayang pada hari ini, Kamis (19/07/2018). Film yang terinspirasi dari kejadian Bom Thamrin pada 2016 lalu ini disutradarai oleh Eugene Panji dan Myrna Paramita.  

Diketahui dua pemain utama yakni Hana Malsan dan Rabzki turut hadir untuk mengakampanyekan film yang mengapresiasi keberanian Polri tersebut.

Hana mengatakan alasan di balik penamaan judul ’22 menit’ tersebut, ternyata diambil dari peristiwa bom thamrin di mana butuh 22 menit bagi Polri untuk meringkus teroris Januari 2016 lalu. Angka itu kemudian dijadikan judul film yang digarap oleh rumah produksi buttonijo.

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian sebelumnya dalam peringatan Hari Bhayangkara telah menjabarkan, drama aksi ini diinspirasi dari kisah nyata aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat tanggal 14 Januari 2016.

Melalui film ini Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

Agar pesan tersebut dapat tersampaikan secara lebih luas, kata Tito, jajaran Polri akan menyelenggarakan acara nonton bareng bersama keluarga, jajaran Pemda, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh hadirin, pada tanggal 19 Juli 2018 dan seterusnya mari kita beramai-ramai menyaksikan film tersebut. Karena anggaran Polri tidak tersedia maka disarankan menonton di bioskop, mohon maaf dengan bayar sendiri," ucap Tito. 

 AS bekukan aset 4 komandan Myanmar terkait pembantaian etnis Rohingya
Banjir hadiah untuk bocah NTT pemanjat tiang bendera
Menkumham hemat Rp118 miliar dari pemberian remisi
Jangan khianati perjuangan pendiri bangsa
Kemeja \
3 kisah tragis pendiri Indonesia di akhir hidupnya
PDIP optimistis Farhat Abas jadi jubir yang baik
Alasan Sekjen PDIP sering nyinyir terkait mahar 1 Triliun
4 sejarah tradisi perayaan HUT RI ini ternyata punya kisah menarik
7 pengetahuan tentang seks yang perlu diketahui sebelum menikah
Menggelorakan semangat pahlawan di dada anak bangsa
Integritas Jokowi diragukan usai tunduk pada ancaman Ma'ruf Amin
Mengintip sekolah fashion muslim pertama di Indonesia
Tanda haji yang diterima Allah
5 bank besar jadi korban sekte penghapus utang
Fetching news ...