Kubu Jokowi tarik Erick Thohir untuk saingi suara milineal Sandi

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Jokowi tarik Erick Thohir untuk saingi suara milineal Sandi Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo

Politisi Golkar Bambang Soesatyo mengatakan ditariknya Erick Thohir sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Maa'ruf dimaksudkan untuk menandingi suara milineal yang dikuasai oleh Sandiaga Salahuddin Uno. Menurutnya 50 juta jumlah kaum milineal berpotensi menjadi ajang perebutan suara pada pilpres mendatang.

"Sementara jumlah kaum milineal muda yang dibidik kurang lebih 50 juta pemilih, ini lah yang sedang diperebutkan oleh dua pasang calon, maka dari itu kami menggaet Erick Thohir untuk menarik generasi muda untuk mendukung pak Jokowi atau meraih suara Jokowi- Ma'ruf pada pilpres, karena pak Jokowi masih termasuk generasi muda segmennya," ujarnya, Jakarta , Rabu (26/09/2018).

Menurutnya, kepopuleran Sandiaga Salahuddin Uno dilatarbelakangi oleh Jabatan yang pernah di emban nya sebagai Wakil Gubernur DKI , sementara KH. Ma'ruf Amin baru dikenal masyarakat setelah pencalonannya sebagai wakil presiden. Sehingga Sandiaga lebih unggul dibandingkan dengan Ma'ruf Amin .

"Ya memang sandi di Bandingkan dengan Ma'arif amin, kenapa ? Karena ma'ruf Amin baru muncul sebagai calon pejabat negara dibandingkan dengan Sandi, sementara sandi sudah dikenal oleh masyarakat semenjak beliau sudah menjadi wakil gubernur," terangnya.

Walaupun begitu, Bambang Soesatyo mengatakan hal tersebut tidak dapat dijadikan acuan, karena masih ada Jokowi yang membuktikan kinerja dan roda pemerintahan nya ketika menjabat sebagai Presiden, sehingga hal tersebut yang dapat menandingi elekteblitas Prabowo-Sandi pada pilpres 2019.

"Ya stabilnya pak Jokowi itu ya ditunjang oleh kinerja nya sendiri dimana dalam menjalankan roda pemerintah, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat dengan membangun infrastruktur , kemudian beliau juga tanggap dalam menghadapi persoalan bencana yang terjadi di NTB," tegasnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh anggota DPR-RI komisi XI Fraksi PDIP, Maruar Sirait mengatakan Ma'ruf Amin mempunyai potensi dukungan suara yang strategis dan besar di Nahdlatul Ulama, walaupun kalah populer dikalangan milineal dari Sandiaga Uno.

"Jadi solid nya, NU struktural dan NU kultural itu solid mendukung pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin, karena keduanya yang mempunyai posisi yang strategis dalam meraih suara, terlebih lagi Ma'ruf Amin," tutupnya.

TKN isyaratkan Demokrat lompat ke Jokowi-Ma'ruf
Legislator: Ada nostalgia di buku nikah
Survei: Pemilih lebih ikuti tokoh agama daripada politisi
Kubu Prabowo: Habieb Rizieq korban fitnah
PDIP akan laporkan pemasangan poster Jokowi Raja ke Bawaslu
Kubu Prabowo nilai kubu Jokowi sering serang dengan isu-isu aneh
Prabowo-Sandi tiga kali minta maaf, PSI: Musti taubat dan hijrah
Irlandia selidiki pengakuan tiga pilot yang lihat piring terbang
PDI sebut 'poster Jokowi raja' jurus baru kampanye hitam
Mahathir Mohamad temui Vladimir Putin bahas jet tempur
Fahri Hamzah resmikan program magang ke Jepang
Sri waspadai penguatan dolar dan harga minyak
Akar kecanduan air rebusan pembalut
Korban kekerasan seksual di institusi pendidikan jauh dari keadilan
TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
Fetching news ...