Fadli Zon nilai DPT ganda bukan isu politis

REPORTED BY: Insan Praditya

Fadli Zon nilai DPT ganda bukan isu politis Wakul ketua DPR RI, Fadli Zon

Wakil ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa masalah DPT ganda bukan merupakan masalah politis.Menurut Fadli, hal ini adalah masalah bagi semua kandidat partai politik dan calon legislatif.

"Kalau masalah DPT ada motif politik, itu kan masalah bersama dong. Itu masalah bagi semua kandidat. DPT itu bukan hanya di pilpres tapi juga di pileg, Itu masalah bagi kandidat parpol dan para caleg jadi itu menggangu kualitas demokrasi kita. Menurut saya ini yang harus dihentikan," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Jumat (14/09/2018).

Menurutnya, kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda tersebut menunjukkan kelemahan sistem yang ada. Dikatakan Fadli, sistem yang berlaku sekarang ini mudah diintervensi.

"Yang pasti masalah DPT yang jelas ada, dan jumlahnya variatif ini menunjukkan kalau sistem kita itu masih mudah diintervensi menurut saya,"

Fadli mengatakan bahwa masalah DPT ini adalah permasalahan dasar, yang seharusnya tidak terjadi di Indonesia. Fadli membandingkan hal ini dengan India yang dapat menangani suara Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2015 silam. Ia berpendapat bahwa walaupun penduduknya berjumlah 1.2 miliar tetapi tidak ada kecurangan satupun dalam pelaksanaannya.

"Ada satu DPT saja muncul itu bermasalah, kenapa ya saya juga heran penanganan ini kan penanganan yang basic informasi, data yang paling basic tentang kependudukan. Hak pilih di India saja,  waktu saya ke India tahun 2015 pemilihnya itu 844 juta, waktu itu dari 1,2 miliar penduduk itu nggak ada masalah tentang DPT," terangnya.

Fadli lebih lanjut menilai bahwa kelemahan DPT ini dapat menjadi pintu masuk celah kecurangan. Fadli mengatakan bahwa hal ini harus segera diatasi agar demokrasi di Indonesia merepresentasikan suara rakyat dan bukan suara siluman.

"Kecurangan pemilu mereka bisa meng-handle dengan baik, masak kita sudah di abad ke-21 nggak mampu untuk masalah ini? kan udah berkali kali setiap pemilu. Masalah DPT ini adalah pintu masuk kecurangan jadi kecurangan yang telah disiapkan secara sistematis,terstruktur dan masif. Ini selalu berulang dan menurut saya harus dihentikan supaya demokrasi kita ini betul betul demokrasi yang merepresentasikan mewakili suara rakyat bukan suara siluman," lanjutnya.

Dia berharap terkait permasalahan umur dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat terus diperbaharui datanya. Menurut Fadli, hal ini agar remaja yang usia nya genap 17 tahun pada 2019 nanti dapat didaftarkan sebagai pemilih pada pemilu dan pilpres 2019.

"Kalau menurut saya tetap harus ada update, jadi harus lebih lentur ke dalam, melihat hal itu apalagi nanti juga harus ada pembaruan lagi orang orang yang nanti usianya 17 tahun pada waktunya kan tetap harus ada mekanismenya yang mengatur. Jangan sampai nanti orang udah 17 tahun tinggal sebulan lagi sebelum pemilu tidak memiliki hak pilih. Persoalan admininstratif itu hak yang paling mendasar," tutupnya.

Fahri Hamzah ungkap kepentingan Amerika dalam konflik Israel-Palestina
Warga potong salib makam dan larang keluarga yang wafat berdoa di TPU
IHSG bakal menguat jelang keputusan The Fed
PDIP nantikan klarifikasi Wiranto soal pengrusakan bendera Demokrat
Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Fetching news ...