Saat prajurit TNI menghadapi siswa SMK

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Saat prajurit TNI menghadapi siswa SMK

Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Czi Budi Pamudji yang diwakili Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LKDS) SMK Muhammadiyah 1 Gresik Tahun 2017.

Nuryakin memberikan materi wawasan kebangsaan  dengan judul “Peran Pemuda dalam Upaya Menjaga Keutuhan NKRI“. Menurutnya, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang beranekaragam suku, budaya dan agamanya yang memben tang dari Sabang sampai Merauke yang menyatu dalam bingkai NKRI.

“Bangsa Indonesia memiliki para pejuang sebagai pahlawan bangsa yang harus diteladani, dihargai dan hormati,” katanya kemarin dalam acara yang digelar dari Selasa hingga Kamis (12/10/2017) di Mojokerto itu.

Siswa-siswi, lanjut Nuryakin, merupakan generasi muda penerus bangsa diharuskan dapat menjaga dan mengisi kemerdekaan di segala bidang, dengan kegiatan  yang positif dan bermanfaat, sehingga ke depan dapat menjaga kedaulatan NKRI.

“Masa depan Bangsa Indonesia ini berada pada pundak siswa-siswi yang sekarang  menempuh pendidikan, karena di kemudian hari akan menjadi pemimpin bangsa ini,”  tegasnya. 

Dijelaskan pula tentang bahaya dan ancaman dari pihak ketiga melalui proxy war, yang tidak diketahui mana lawan dan mana kawan yang terus menerus membuat Bangsa Indonesia sering bergejolak.  Pihak asing berusaha untuk menguasai segala sumber daya alam yang kita miliki dengan berbagai cara. Hal ini menurut Nuryakin merupakan tanggung jawab kita bersama untuk diwaspadai dan dijaga. 

“Selalu menjaga persatuan dan kesatuan jangan mudah terprovokasi dengan perkelahian antara siswa karena itu semua akan merugikan diri kita sendiri, orang tua dan pihak sekolah bahkan dapat menceraiberaikan persatuan”, tandas Kasdim. 

Selain itu, Nuryakin juga mengingatkan maraknya simbol-simbol PKI-Komunis yang ada di beberapa tempat dan beredar melalui media sosial.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa PKI selalu berusaha merubah ideologi negara yakni Ideologi Pancasila menjadi idelogi komunis. Sampai saat ini PKI masih dilarang di Indonesia, sesuai TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme,” jelasnya.

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang beraneka ragam suku, agama, ras, budaya, bahasa dan adat istiadat yang menyatu dalam bingkai NKRI yang memiliki 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila,  UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Mari kita jaga bersama, agar NKRI ini tetap utuh dan jaya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Muhamadiyah 1 Gresik, Imam Syafi'ie S.Ag  mengatakan tujuan akhir dari kegiatan ini adalah memberikan bekal kedisiplinan dan wawasan kebangsaan kepada para siswa, sehingga dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar dapat berjalan secara tertib.  

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LKDS) SMK Muhammadiyah 1 Gresik dilaksanakan di Aula Villa Cipta Mandiri Abadi (CMA) Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 275 orang, termasuk dewan guru dan 10 orang anggota Kodim 0815 selaku pembina dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan LDKS ini diisi dengan materi yang meliputi Kebijakan Sekolah Perihal Organisasi Kesiswaan, Kerja IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan Majelis Pendidikan Kader (MPK), Komunikasi Tata Krama dan Tata Tertib Siswa. Kemudian materi Penerapan Tata Tertib, Dinamika Kelompok, Outbond, Tata Cara Menyusun Proposal dan Pelaporan dalam Organisasi, Korespondensi Dalam Organisasi dan Sistem Arsiparis.

Film pendek untuk  memperkenalkan karya anak bangsa kepada dunia
Melalui Jasa Marga, pemerintah terbitkan obligasi luar negeri untuk danai infrastruktur
Pertamina harus segera atasi kelangkaan gas 3kg
Sindiran JK untuk Novanto
Kamboja kagumi Pancasila
Fetching news ...