Teka teki silang bantu proses belajar anak

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Teka teki silang bantu proses belajar anak "A good teacher can inspire hope, ignite the imagination, and instill a love of learning." - Brad Henry

Peneliti bidang Pendidikan Akuntansi dari Wiratama Institute Agatha Saputri mengatakan, pola belajar akan meningkat dan semakin aktif lewat penggunaan metode Active Knowledge Sharing (AKS) berbantu tekateki silang (TTS). Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada semua indikator pembelajaran.

“Penerapan Metode AKS berbantu tekateki silang, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XII Matematika dan Ilmu Alam 1 SMA Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2015/2016,” ujar dia di Yogyakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, berdasarkan data penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada semua indikator Aktivitas Belajar Siswa dari siklus I sebesar 67,08% meningkat menjadi 83,92% pada siklus II. Kemudian meningkat kembali menjadi 86% pada siklus III.

“Berdasarkan data catatan harian menunjukkan perubahan positif sikap siswa terhadap Penerapan Metode Active Knowledge Sharing,” katanya lagi.

Hasil Penelitian

Agatha melanjutkan, penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan Aktivitas Belajar pada Kompetensi Akuntansi Perusahaan Jasa Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2015/2016 melalui Penerapan Metode Active Knowledge Sharing Berbantu Media Teka Teki Silang.

Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif selama tiga siklus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif dengan persentase, tambah dia.

Menurut dia, Akuntansi merupakan mata pelajaran yang berisi tentang angka-angka sehingga untuk memahaminya dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Materi dalam mata pelajaran akuntansi saling berkaitan satu sama lain. Jika siswa tertinggal satu pokok bahasan dalam mata pelajaran akuntansi maka siswa tersebut akan tertinggal dan kesulitan memahami pokok bahasan yang selanjutnya.

“Sehingga siswa dituntut berkonsentrasi dalam mata pelajaran ini. Namun pada kenyataannya rata-rata siswa merasa kesulitan dalam memahami dan mengikuti materi yang diajarkan oleh guru ketika sudah selang beberapa waktu jam pelajaran akuntansi berjalan,” terang Agatha yang juga mahasiswi Program Master bidang Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Penerapan Metode AKS

Ia menambahkan, berdasarkan angket mengenai penerapan metode Active Knowledge Sharing berbantu media teka teki silang, menunjukkan bahwa siswa senang dan bersemangat saat mengerjakan permainan teka teki berpartisipasi dalam diskusi.

“Peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian tindakan kelas yang lebih mendalam pada kompetensi lain, sehingga dapat memberikan sumbangan wawasan di bidang pendidikan. Peneliti lain sebaiknya mempersiapkan dengan matang dan membuat pengelolaan waktu yang baik. Agar data yang diperoleh lebih baik lagi sebaiknya observer lebih dari dua,” terang Agatha menutup keterangan tertulisnya.

Standar minimal kebutuhan sekolah dasar meningkat
Modernisasi tak boleh gerogoti jati diri warga Papua
Peninjuan ulang PLTU ancam pembangkit listrik kecil
Pandangan Fahri tentang Novanto yang beda dari kebanyakan
Pluralisme hukum wujud harmonisasi keberagaman
Fetching news ...